Pilihan


Saat selesai sumpah dan sah menyandang gelar dokter gigi aku berdiam diri di puncak atap kampus di Grogol Jakarta. Ku sapukan seluruh pandanganku ke hutan beton di kota kelahiranku.

Perasaan berkecamuk dalam hati. Saling membuat argumennya masing-masing. Satu sisi ingin tetap di Jakarta, sisi yang lain mengatakan untuk pergi lari merantau ke ujung negeri. Bukan hal yang mudah memang.

Aku dilahirkan dari keluarga yg berlatar belakang tehnik hanya aku seorang yang nyeleneh jadi dokter gigi. Duit aku pas pasan bagaimana mungkin aku buka praktik di Jakarta yg modalnya gila gilaan.

Ada seorang staf tata usaha yg terkenal di kampus berkata, “udeh lu merantau sono, dunia nih luas gak selebar daun kelor. Ngapain lo di jakarta deket ame bonyok (bokap nyokap) lu? Merantaulah dan berdirilah dengan tegak di atas kaki lo sendiri ! Itu baru laki!”

Jleb !!! Mengoyak zona nyaman ku.

Gak lama bulan september 2005 dibukalah kran dokter PTT di seluruh wilayah Indonesia. Tanpa sepengetahuan ortu, aku ikut program itu dan ku pilihlah Pulau Sumatera. Pulau yg aku belum pernah menginjakkan kaki ku di sana. 

Jangan… jau dari ortu nanti ada apa-apa kamu gak ada yg nolong. Masih saja zona nyaman itu merayu ku. 

Kamu harus merantau, kamu sudah berkeluarga. Anak istrimu mau kamu kasih makan apa? Sisi hatiku yg lain menghembuskan bara api semangat.

Bismillah aku pilih Riau…

Terngiang sedihnya ibu yg melepasku pergi, diamnya ayahku yg tak setuju aku merantau jauh ke tanah sumatera…

Kehidupan di awal merantau tak senyaman yg diduga tak seindah yg dibayangkan

Tapi kini aku tegak berdiri di bumi lancang kuning dengan rasa syukur tak terkira. Aku berdiri di atas kakiku sendiri berkat ridho dan doa ortuku yg mendoakanku tatkala aku pulang setahun setelah merantau…

Keluar dari zona nyaman itu mematangkan diri

Sahabat merantaulah maka kau akan tahu kalau harga tike mudik itu seperti cita cita…

Tinggiiiiii banget alias mahal 😂😂😂

Salam

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pilihan

  1. wakaka.. gini toh ceritanya ya mas…
    Ga sendiri.. kami sekeluarga juga sendirian ini merantau di Riau hahaha

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s