Tahapan Pemeriksaan Klinis Rongga Mulut bagi Dokter Gigi


Dokter gigi selalu dianggap hanya mengerti gigi saja padahal seorang dokter gigi yang baik memahami gigi dan rongga mulut. Berikut saya akan mencoba menjabarkan langkah langkah pemeriksaan klinis bagi dokter gigi.

Sekedar penyegaran tentang mata kuliah penyakit mulut. Selamat menikmati

pemeriksaan menyeluruh pada rongga mulut harus dilakukan pada seluruh lesi yang ada. WHO merekomendasikan pemakaiab 2 kaca mulut  dengan palpasi untuk lesi tertentu. Oiya jangan lupa GT harus dilepaskan dulu sebelum pemeriksaan.

Langkah pemeriksaan klinis rongga mulut:

1. bibir harus diperiksa dengan mulut tertutup dan terbuka. tekstur bibir, warna dan permukaan kelainan pada perbatasan harus dicatat.  kelainan pada sudut bibir juga harus dicatat

2. mukosa, sulkus dan alveolus labial anterior bawah harus diperiksa secara visual dengan menarik bibir bawah memakai dua kaca mulut

3. mukosa bukal yang tepat dapat ditarik dengan dua kaca mulut sampai terlihat batas mukosa bergerak & tidak bergerak , mukosa bukal, kanan bawah dan atas sulkus.  pemeriksaan seluruh mukosa bukal harus diperluas dari batas mukosa bergerak & tidak bergerak sampai pilar tonsil anterior. pada saat yang sama kanan bawah dan mukosa alveolar labial atas dapat dilihat.

4. anterior atas labial sulcus, mukosa, dan alveolar harus diperiksa dengan menarik bibir atas dengan dua kaca mulut

5. mukosa bukal harus ditarik seperti pada langkah 3 , sulkus kiri atas dan bawah sulkus dapat dilihat.   pemeriksaan seluruh mukosa bukal harus menyeluruh dari batas mukosa bergerak & tidak bergerak ke pilar tonsil anterior. pada saat yang sama kiri, atas dan bawah mukosa alveolar labial dapat dilihat.

6. langit-langit keras dapat diperiksa dengan mulut pasien terbuka lebar. langit-langit lunak dapat dilihat dengan menekan lidah dengan kaca mulut.

7. lingual mukosa alveolar kanan bawah dapat dilihat dengan bantuan cermin yang digunakan untuk membelokkan lidah dan pada saat yang sama dasar mulut kanan dapat diperiksa

8. mukosa alveolar lingual anterior yang lebih dalam dapat divisualisasikan dengan bantuan kaca mulut dan pada saat yang sama dasar anterior mulut dapat diamati dengan meminta pasien untuk mengangkat lidah.

9. bawah kiri mukosa alveolar dan dasar mulut kiri    dapat divisualisasikan seperti pada langkah 7

10. dorsum lidah harus diperiksa saat istirahat, pembengkakan apapun, perubahan warna / tekstur / pola papila juga harus diperhatikan.
margin lidah tengah diikuti sampai ke ujung  margin lidah harus diperiksa. margin bisa divisualisasikan lebih baik dengan memegang ujung lidah dengan sepotong kain kasa untuk membantu 
Tekanan penuh. pada saat yang sama lidah dapat dibelokkan ke kiri untuk memvisualisasikan permukaan ventral kanan lidah dan ke kanan untuk memvisualisasikan permukaan ventral kiri lidah.
jika perlu, palpasi dari dorsum lidah dapat dilakukan.

seperti yang direkomendasikan WHO, jaringan mukosa atau wajah yang tampak abnormal harus diraba, serta kelenjar getah bening dan submandibular. tindakan pencegahan seperti penggunaan sarung tangan harus diambil jika palpasi pelajaran yang dianggap tepat

Demikian semoga berguna

😆 drg. nyeleneh😉

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di kebiasaan buruk, keganasan rongga mulut, penyakit rongga mulut, periodontia dan tag , , , . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s