Promosi Kesehatan tantangan ke depan


Huffff akhirnya setelah bulan desember akhir ada juga waktu buat ngeblog lagi. penuh banget jadwal dari oktober ke november. mulai dari HKN (hari Kesehatan Nasional) ke-49 sampe musibah banjir dan longsor + perhelatan besar festival bekudo bono yang mendunia itu. sampai sampai waktu jadi kurang. hehehehe🙂

bulan Oktober 2013 ini saya dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Promosi kesehatan di kabupaten tempat saya bertugas. Dari biasanya staf kini jadi motor penggerak yang terus dikejar-kejar ama masalah kesehatan.

HKN

saat tulisan ini dibuat saya baru aja selesai penyusunan profil Promosi Kesehatan untuk provinsi. saya melihat ke depan kerjaan promosi kesehatan akan semakin banyak. promosi kesehatan di sini bukan hanya cuap2 ngomongin kesehatan aja tapi lebih banyak mengembangkan UKBM (usaha Kesehatan berbasis masyarakat) dan UKS (Usaha Kesehatan sekolah) yang semuanya melibatkan lintas sektor, lintas program dan masyarakat.

JKN yang akan diberlakukan 1 Januari 2014 adalah program pemerintah yang bagus untuk menjamin kesehatan bagi masyarakat yang sakit. tapi tau gak sih, sebenernya jumlah yang sakit itu hanya 23% dari jumlah seluruh warga negara.

artinya  biaya berobat itu memang mahal !

nah, dengan promosi kesehatan diharapkan terjadinya perubahan perilaku yang tidak sehat berubah menjadi perilaku yang sesuai dengan kesehatan sehingga biaya saat sakit dapat di tekan.

data yang ada selama ini memang promosi kesehatan itu lebih kecil dari pengobatan. bahkan lebih kecil dari iklan rokok, snack dll dst dkk. dan itu sangat memprihatinkan. tapi saya yakin dengan dana minim masih ada manusia2 yang terus berjuang mempromosikan hidup bersih dan sehat.

menurut saya untuk merubah prilaku sehat itu bukan pekerjaan gampang.

sesuatu yang salah jika di ulang terus menerus akan menjadi suatu kebenaran, kebenaran yanng tidak pernah diulang-ulang akan dianggap suatu keanehan.

prilaku yang tidak sehat itu sudah mendarah daging dan menjadi suatu kebenaran. sedang hidup sehat jadi suatu keanehan. karena keadaan ini maka perlu ke aktif an dari pihak sekolah (guru, komite sekolah, pihak desa) untuk mendukung program UKS. kenapa UKS??? karena sekolah merupakan kelompok masa terstruktur dan ibarat buku, siswa sekolah adalah buku baru. sehingga bisa ditanamkan perilaku hidup yang sehat. jangan lupa untuk merubah perilaku itu perlu waktu tahunan bukan sehari dua hari, jadi memang siswa sekolah adalah sasaran yang sangat amat berpotensial sekali.

selain UKS perlu juga kombinasi dalam masyarakat. apa aja sih yang ada dimasyarakat? yang ada dimasyarakat dan sangat manjur itu ada 2. yaitu posyandu dan desa siaga. terbatasnya tenaga kesehatan sampai pelosok desa bukan penghalang untuk sehat.

dengan posyandu maka balita dan ibu hamil bisa terpantau kesehatannya. dengan desa siaga maka, seluruh komponen dari masyarakat desa dapat menjaga lingkungannya seperti pemantauan jentik nyamuk, menyediakan ambulan desa (mobil warga yg dipersiapkan bergantian) jika ada anggota masyarakat sakit dan merujuk ke puskesmas terdekat.

dengan komponen yang ada dalam masyarakat itu maka kekurangan tenaga kesehatan bisa teratasi.

lalu dimanakah peran swasta???

swasta / perusahaan dapat berperan dengan kerjasama melalui program CSR nya yang membantu dimana perusahaan itu beroperasi. sehingga masyarakat merasakan manfaat dari pihak swasta yang ada di daerahnya.

tentunya hal tersebut di atas juga harus di dukung oleh pendanaan. baik lewat APBN maupun APBD karena hajat hidup warga negara tanggung jawab negara. semoga saja penentu kebijakan mengalokasikan dana yang cukup untuk Promosi Kesehatan.

bukankah mencegah lebih baik dari mengobati???

semoga temen2 yang baca tulisan saya bisa ambil bagian dari diri sendiri dan keluarga sehingga bisa menjadi jaring laba2 untuk Indonesia Cinta Sehat.

salam sehat utk semua…🙂

di bawah ini link yang menarik untuk dibaca berkaitan dengan tulisan ini + wajib😀 :

  1. desa siaga
  2. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
  3. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
  4. PHBS (perilaku Hidup bersih dan sehat)
  5. JKN (jaminan Kesehatan Nasional)

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di hikmah, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s