Pencegahan Infeksi 1


Risiko kematian tersambar petir 1:10.000.000

Risiko kematian kecelakaan pesawat 1 : 3.000.000

Risiko kematian kecelakaan mobil 1 : 10.000

Risiko kematian bungee jumping 1: 1.000

Risiko kematian terjun payung 1: 1.000

HIV virus

Risiko infeksi HIV 4 : 1.000

Risiko infeksi HBV 32 : 100

Risiko infeksi HCV 3 – 10 : 100

Resiko Infeksi akibat percikan darah ( tdk disengaja) yang mengandung HBV (hepatitis b virus). Setidaknya 10-8 ml (.00000001 ml) darah yang mengandung HBV dapat menularkan virus berbahaya ini ke tubuh manusia yang rentan

Demikian pula dengan Risiko penularan HCV setelah luka tusuk jarum suntik yang mengandung HCV (hepatitis c virus).

Perlu diingat bahwa virus hepatitis ini menular melalui cairan tubuh manusia

HIV

Indonesia memasuki epidemi HIV/AIDS gelombang kelima yang ditandai dengan kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga / isteri, bahkan ibu dengan janin yang sedang dikandungnya.

Kasus infeksi HIV bertambah lebih cepat diantara wanita

Kasus HIV(+) tidak menampilkan gejala dan tanda klinik yang spesifik, tetapi dapat menularkan penyakit sebagaimana kasus Kepatitis B(+)

Petugas kesehatan dapat terinfeksi bila terjadi kontak dengan cairan tubuh/darah pasien

Maka setiap petugas pelaksana pelayanan kesehatan perlu memegang prinsip-prinsip pencegahan infeksi, khususnya prinsip kewaspadaan universal

Setiap tahun, terjadi 800,000 kasus luka tusuk jarum suntik bekas pada petugas kesehatan di Amerika Serikat. Di Indonesia ???

Petugas kesehatan –> Terpapar –>  Pasien ;Pengunjung ; Peralatan ; Lingkungan –> Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan kerja

Tindakan Pertama

Mata

Bilas dengan air mengalir – 15’

Kulit

Bilas dengan air mengalir – 1’

Mulut

 Segera kumur-kumur – 1’

Lapor ke Komite DALIN, panitia K3RS

atau ke dokter karyawan

 

Tindakan Pasca tertusuk

  • Jangan panik –> Segera keluarkan darah dan cuci dengan air mengalir menggunakan sabun atau antiseptik –> Lapor ke Tim PIN dan K3

 Tindakan Pasca tertusuk.. (Lanjutan)

  • Tindak lanjut Tim PIN : Tentukan status HIV, HBV, dan HCV sumber pajanan –> Periksa status HIV, HBV, dan HCV petugas yang terpapar

PI nita

5 elemen pokok pencegahan infeksi:

  • Kewaspadaan standar (termasuk cuci tangan)
  • Barier protektif
  • Teknik aseptik antiseptik dan pengamanan benda tajam
  • Proses instrumen
  • Pengolahan  limbah

 

Ketahuilah bahwa setiap orang ( klien atau petugas) berpotensi untuk menularkan penyakit.

semoga berguna bagi teman2 semua😀

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di bedah mulut, GIGI, gigi, K3, penyakit rongga mulut dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s