Menunggu Pasien 1


Bulan Desember 2012 adalah bulan yang bersejarah bagi anak lelaki sulungku, karena bulan itu adalah saat ia di sunnat😀 . Rasa takutnya pada dokter dan suntik sangatlah tinggi. Ia selalu menolak saat berobat ke dokter. Jangan kan ke dokter tes darah saja yang diujung jari saja ketakutan setengah hidup. Disebabkan hal inilah maka aku dan istri memutuskan untuk melakukan sunnat nya dengan menggunakan anastesi sedasi (diboboin) daripada dengan anastesi lokal.

Proses menuju ruang OK (operatie kamr :bhs londo) yang artinya kamar operasi memerlukan bantuan 2 perawat perempuan alias suster dan 4 perawat lelaki alias master..*ehhh bruter! Untuk memegang tangan dan kakinya yang selalu ditendangnya kemana-mana. Akhirnya berhasil lah sedasi itu. Hhuupffff mau motong kulit ujung secuil kok ya repot bener…

Operatornya adalah seorang dokter spesialis bedah anak. Tak sampai 10 menit proses penyembelihan itu akhirnya selesai juga. Setelah selesai sunnat (sirkumsisi), si mbarep dibawa ke ruang pemulihan untuk memulihkan kesadarannya.

Ada hal yang menarik di dalam ruangn pemulihan ini.

Di ruang ini, anakku bersama dengan beberapa pasien lainnya dipantau tingkat kesadarannya. Hal ini penting mengingat telah dilakukan anastesi umum. Seorang pasien, bapak –bapak usia 38 tahun yang merupakan eksekutif muda yang kaya raya dan memiliki istri yang cantik jelita pokoknya BMW lah (Bodi Montok Weleh-weleh) baru selesai menjalani operasi sinus.

O,ya dalam ruangan ini sebenernya keluarga pasien tidak boleh masuk! Tapi ya dasar orang Indonesia termasuk aku ya nyelonong masuk juga untuk melihat kondisi anak. Nah, si bapak ini pun ditunggui oleh sang istri yang cantik itu.

Ditengah kesadaran yang baru ½ pulih alias masih nge “fly” itu, sang bapak berkata pada suster yang mendorong tempat tidurnya….

“Sus, suster cantik deh, ngga kaya istri saya!”katanya. “Suster mau ngga jadi istri saya”, lanjut si bapak. “ istri saya banyak lho sus” sembari mengedipkan sebelah matanya pada suster muda yang cantik itu. Kebetulan pula si suster masih berumur 22 tahun BMW dan MACAN (Manis dan Cantik)

Sontak si Suster muda itu pun merah padam mendengar rayuan si bapak. Entah senang, malu ataupun mau aku ngga tau isi hati si suster sih… sembari mendorong dan mendengarkan celoteh ngawur si bapak, suster itu melirik wajah Sang istri bapak itu. Aku pun melihatnya. Raut mukanya MEJIKUHIBINIU seperti warna pelangi.

Dalam hati aku mbatin, ini pasti akan terjadi perang dunia nih.

Untuk menutupi wajahnya yang seperti pelangi, sang Kanjeng Ratu Istri segera balik kananmeninggalkan ruang pemulihan….

Inti dari kisah nyata ini dapat ditarik 3 kesimpulan:

  1. Jangan pernah masuk ruangan/tempat yang bukan hak kita atau dilarang masuk kecuali siap dengan risikonya !

  2. Kalau mencari kejujuran, dengarkan perkataan orang yang sedang ½ sadar. Tidak hanya pasca operasi tetapi saat org ngelindur/mengigau.

  3. Heheheheheh jangan pernah berdusta. Pasti ketahuan !

Semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran dan bahan bacaan yang menyenangkan disaat suntuk dalam pekerjaan. Selamat membaca sahabat😀

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di kisah nyata dan tag , , . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s