Catatan akhir tahun 2012.


Pasien yg dateng “merawat” giginya sungguh berwarna. Sengaja aku pakai kata merawat bukan berobat karena paradigma kesehatan harus dirubah dari kuratif menjadi preventif.

Kembali ke pasien yg datang. Terkadang mereka menjelek2kan, mengadu bahwa dokter gigi tempat pertama mereka merawat gigi tidak pandai. Mencabut gigi dgn perasaan sakit yg dirasakan pasien. Berkali2 berobat gak sembuh2. Baru 2 minggu ditambal sudah lepas lagi. Baru kemarin ditambal sekarang bengkak.

Pasien bahkan menanyakan dari lulusan mana dokter gigi itu.

Tragis dan ironis memang. Dikala pasien beralih dari merawat gigi ke dokter gigi bukan le tukang gigi lagi tetapi yg didapatkan justru kekecewaan pasien. Pasien sudah membayar mahal tapi yg di dapat tidak maksimal atau tidak sesuai harga yg dibayarkan.

Dari anamnesa dan tanya jawabku tentang riwayat perawatan oleh dokter gigi sebelumnya didapati bahwa… teman sejawat kurang dalam melakukan anamnesa. Maunya cepat selesai terima duit. Sehingga diagnosa tidak tegak. Sehingga perawatan tidak pas atau sesuai

.

Kadang teman sejawat kurang meng update ilmunya. Padahal di dunia yg makin tanpa batas kita bisa update ilmu lewat jurnal online di internet.

Smartphone hanya utk sosial media. Padahal dgn smartphone kita bisa update ilmu terbaru.

Selain otak kita juga harus mengasah nurani, kita harus ingat sumpah dokter kita. Kita juga hrs paham hak2 pasien.

memang sih dokter gigi bukan Tuhan,TAPI kalau semua tindakan mulai anamnesa, pemeriksaan klinik, terapi sudah sesuai prosedir dan ilmu kedokteran gigi terbaru sesuai SOP insyaAllah akan berjalan sempurna. Seandainya tidak, itulah keterbatasan sebagai dokter.

Inilah tulisan catatan akhir tahun ku untuk perkembangan profesi kedokteran gigi yg kupilih sbagai jalan hidupku.

Smoga para pasien menyadari bahwa dokter gigi hanya “alat” dan manusia biasa yg tak lepas dari salah

Dan dokter gigi selalu apdet ilmu terus menerus. Dan menjadikan pasien sbagai mitra

Gunung talang solok, sumatera barat 12.47 wib

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di GIGI, hikmah. Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s