Ibu yang terluka


Termangu aku di hari ibu. Kulihat seorang ibu paruhbaya yg sedang mengandung anak ke 4 nya. Ironisnya dikehamilan ke 4 nya itu, ia justru kehilangan anak pertamanya yg berumur 16 th akibat kecelakaan. http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=54485Dan, sore itu ia menyiapkan hidangan untuk tahlilan hari ke 3 anaknya…

Suaminya adalah pekerja keras turut membantu mempersiapkan acara untuk malam nanti. Tampak gurat sedih ke dua nya. Aku pun ditegur sang Ibu itu. “Pak dokter, sudah sepi sekarang. Gak ada lagi yg nimba sumur bareng pak dokter” sapanya dgn senyu dipaksakan. DEG, serasa berhenti jantung ini mendengar sapanya. Hanya senyum yg bisa kuberikan.

Anak ibu itu masih kelas 2 smk. Penurut thd ortunya, baik disekolahan, pergaulan sekitar. Slalu balapan nyuci motor dgn ku. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain thd dirinya. Ia meninggal setelah motor yg dibawanya digilas kontainer.

Kepedihan seorang ibu yg anaknya meninggal akibat kecelakaan sungguh kepedihan yg tiada taranya. Tapi ibu itu dan suaminya berusaha untuk tetap tegar.

Banyak orang bilang kepedihan yg paling berat adalah kematian anak yg mendahului ortunya. Karena kenangan sudah begitu melekat disana…

Wahai ibu, kasihmu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang tangga.
Selamat hari ibu…

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di hikmah. Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s