NYERI TRIGEMINAL NEURALGIA IDIOPATIK


NYERI TRIGEMINAL NEURALGIA IDIOPATIK

Dokter Gigi Nyeleneh

Trigeminal Neuralgia (TN) is an excruciating orofacial pain illness, recogniized as one of the most painful human conditions. TN is a rare disorder, but TN assumes a place of prominence in dental medicine because many patients with TN belive the pain may be tooth-related and then seek initial dental care. Characteristics of pain in TN are electric shock-like papin or stabbing pain, short duration, paroxysmal, unilateral within trigger zones, and occurs either triggered or spontaneously.

Keywords : Characteristics, pain, and Trigeminal Neuralgia

Pendahuluan

Neuralgia Trigeminal (NT) atau Tic Douloureux adalah salah satu kelainan nyeri otot orofasial pada divisi sensorik Nervus Trigeminus dan merupakan Neuralgia Kranialis yang paling sering terjadi (Turp & Gobetti, 1996, Delzelle Jr & Grello, 1999)

Dibidang kedokteran Gigi kelainan ini perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini karena penderita NT mengira bahwa rasa nyeri tersebut berhubungan dengan gigi geliginya dan selalu meminta agar giginya dicabut. Setelah dilakukan pencabutan, ternyata rasa nyeri masih tetap ada (Mardjono & Sidharta, 1978 ; Sirois, 2001)

Pemahaman dokter gigi tentang nyeri neuralgia trigeminal yankurang menyebabkan kesalahan diagnosis sehingga sering terjadi pencabutan yang tidak semestinya.

Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan agar dokter gigi dapat membedakan nyeri neuralgia trigeminal dengan nyeri orofasial lainnya. Sehingga tidak salah mendiagnosa yang berakibat terjadinya pencabutan gigi yang tidak semestinya.

Studi Pustaka

Neuralgia Trigeminal mempunyai gejala klinis rasa nyeri yang hebat seperti tersengat aliran listrik maupun ditusuk-tusuk, yang timbul dan hilang tiba-tiba serta berulang-ulang (paroxysmal). Nyeri berlangsung antara 10-30 detik atau lebih, serta remisi beberapa waktu (Riadi dkk, 1986; Merskey & Bogduk, 1994; Turp & Gobetti,1996; Delzell Jr & Grelle, 1999; IHS, 2003).

Rasa nyeri dapat dipicu oleh stimuli sensorik yang tidak menimbulkan rasa sakit pada orang normal. Seperti sentuhan, terkena air maupun angin, merokok bicara, bercukur, makan, menelan dan menyikat gigi selain itu dapat muncul secara tiba-tiba. Lokasi nyeri (trigger zones) pada 1 atau lebih cabang Nervus trigeminus dimana cabang ke-1 (Nervus Oftalmicus) lebih jarang terjadi daripada cabang ke-2 (Nervus Maksilaris) dan Ke-3 (Nervus Mandibularis) yaitu sekitar ala nasi, pipi, sepanjang gingiva, palatum durum, sepanjang bibir bawah dan dagu (Riadi dkk, 1986; Mersley & Bogduk, 1994; Turp & Gobetti,1996; Delzell Jr & Grelle, 1999; HIS, 2003). Rasa nyeri tersebut bersifat unilateral (bagian kanan lebih sering daripada kiri wajah), jarang melewati tengah wajah, sehingga hal tersebut yang membedakannya dari nyeri orofasial lainnya (Turp & Gobetti,1996; Ballenger, 1997).

Rasa nyeri NT harus dibedakan dengan nyeri orofasial lain (tabel 1) seperti akibat dari kelainan gigi atau nyeri orofasial lain contohnya nyeri otorinolaringologi, neoplasma malignant, multiple sclerosis, post herpetic neuralgia (Scully & Shotts, 2001; Blasberg & Greenberg, 2003). Tindakannya yaitu menghilangkan dulu faktor lokal dirongga mulut yang dianggap sebagai penyebab timbulnya rasa nyeri sehingga dapat dibedakan apakah nyeri orofasial tersebut berasal dari dental atau NT atau jenis orofasial lainnya (Ernawati, 1987).

Menurut Lee (1993), NT idiopatik membuat penderita sangat tersiksa sehingga timbul rasa cemas dan depresi, bahkan timbul keinginan untuk bunuh diri yang disebabkan oleh adanya rasa nyeri yang hebat dan berulang-ulang. Pada penderita NT tidak didapatkan kehilangan fasi sensorik maupun motorik sedangkan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil yang normal (Turp & Gobetti,1996; Ballenger, 1997).

Karakteristik yang khas pada nyeri NT adalah (1) nyeri hebat seperti tersengat listrik (electric shock – like pain) maupun ditusuk-tusuk; (2) berlangsung singkat (+ 10 – 30 detik) dan paroxysmal; (3) lokasi nyeri (trigger zones) pada cabang Nervus Trigeminus dan bersifat unilateral; (4) terdapat pemicu (trigger) allodinia atau timbul tiba-tiba; (5) saat nyeri, penderita sangat tersiksa sehingga timbul rasa cemas, depresi bahkan bunuh diri; (6) respon terhadap karbamazeppin positif (Riadi dkk, 1986; Lee, 1993; Mersley & Bogduk, 1994; Ballenger, 1997; Delzell Jr & Grelle, 1999; IHS, 2003).

Tabel 1 : Perbedaan Nyeri Neuralgia Trigeminal dengan Nyeri Orofasial Lain

(Ernawati, 1987;Sonis dkk, 1995; Wray dkk, 1999; Halsey, 2001;

Blasberg & Greenberg, 2003

Kelainan

Trigger Zones

Sifat Nyeri

Pemicu

Terapi

1.Neuralgia

a. Neuralgia

N.V; 1,2,3

– Hebat ditusuk

– Raba

Respon thd

Trigeminal

(N.V; 2,3 >>)

– Tersengat

ringan

Karbamazepin

listrik

– Terkena

positif

– Beberapa detik

Air/angin

– Paroksismal

– Makan

– Hilang timbul ;

– Minum

tiba-tiba

– Bicara

– Gangguan fungsi

– Merokok

sensorik dan

– Menyikat

motorik : (-)

gigi

b. Post Herpetic

– N.V. 1

– Nyeri bakar

– Raba ringan

– Anestesi

Neuralgia

– Unilateral

– Eksaserbasi tajam

topikal

– Kontinyu

– Obat

– Gangguan

sistemik

sensorik

– Terapi bedah

– Berhubungan

dengan allodinia

– Parestesi

– Hiperestesi

c. Glossopharingeal

– N.IX

– Hebat

– Raba ringan

Anti kovulsan

Neuralgia

– Unilateral

– Tajam

– Seperti kilat

– Paroksismal

2. Vaskuler

a. Migrain

Unilateral

– Hebat

– Coklat

– Hindari

Headache

(berpindah-

– Berdenyut

– Kacang

pemicu

pindah)

– Beberapa jam

– Keju

– Profilaksis :

– Nausea, vomit,

– Red wine

Propanolol,

fotofobia

– Stres

ergotamine,

– Lapar

verapimil

– Kurang tidur

b. Cluster

– N.V; 1,2,3

– Sangat hebat

Pemakaian :

– Akut :

Headache

(N.V; 1 >>)

– Menusuk

– Alkohol

O2 100%

– Unilateral

– Nyeri bakar

– Nitrogliserin

inhaled

– Timbul beberapa

ergotamine,

kali sehari (+ 4-6 mg)

injeksi

setelah itu bebas

sumatripan

nyeri selama bulanan

atau tahunan

– Profilaksis :

– Terjadi pada

lithium,

malam hari

ergotamine,

– Kelainan klinis

Ca channel

tidak ada

Blokers

3. Muskulo-skeletal

– Periaurikuler

– Tumpul

– Kunyah

– Akut :

Kelainan TMJ

– Uni/Bilateral

– Berdenyut

– Bicara

NSAID,

– Intermitten

– Gerakan

analgetik,

rahang ke

muscle

samping

relaxant

– Konsultasi

THT, Syaraf,

Psikiater,

Bedah

4. Oral/Saliva

Tidak ada

– Nyeri sekali

Tidak ada

Resppon thd

Dental

– Kemeng

Karbamazepin

– Spontan

negatif

– Sakit kepala

5. Otolaringologi

1/> Sinus

– Tumpul

Diperberat

– Akut :

Sinusitis

– Berdenyut

gerakan

Antimikroba

– Kontinyu

menunduk

– Kronis :

– Akut/Kronis

dekongestan

– Nasal discharge

kortikosteroid

topikal

6. Psikogenik

Bervariasi

– Bervariasi

Kelaianan

– Konsultasi

Athypical Facial

– Tumpul

Psikologis

THT, Syaraf,

Pain

– Kontinyu

Psikiater,

– Eksaserbasi tajam

– Amitriptilin

– Beberapa menit

– Anestesi

sampai berjam-jam

topikal

Kesimpulan

Kasus kelainan NT jarang terjadi yang mengakibatkan sering salah diagnosis. Karakteristik yang khas dari NT adalah nyeri seperti tersengat aliran listrik maupun tertusuk-tusuk durasi singkat dan paroxysmal, adanya trigger zones dan bersifat unilateral, adanya pemicu atau timbul tiba-tiba saat nyeri penderita sangat tersiksa, respon terhadap karbamazepin positif. Hal ini memerlukan pengetahuan mendalam tentang NT. Sehingga dokter gigi dapat membedakan rasa nyeri NT dengan nyeri orofasial lainnya.

Daftar Pustaka :

Ballenger, J.J. 1997. Disease of The Nose, Throat, Ear, Head and Neck. Edisi Ke-14. Lea & Febiger, Philadelphia. Hlm. 165-6.

Blasberg, B., Greenberg,M.S.2003. Orofacial Pain. Dalam Burket’s Oral Medicine, Diagnosis and Treatment, Greenberg,M.S., Glick, M. (Ed. Edisi ke-10. BC Decker inc., Ontario. Hlm. 330, 334-5.

Delzell Jr., J.E., Grelle, A.R.1999. Trigeminal Neuralgia. New Treatment Options for a Well-Known Causes of Facial Pain. Arch Fam Med. 8:264-8.

Ernawati,D.S.1987.Langkah-langkah untuk membedakan Nyeri Fasial Neuralgia dan Nyeri Fasial Dental serta Perawatannya dalam Praktek Sehari-hari. Majalah Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya. XX: 1-10.

Halsey,J.H.2001. Atypical Facial Pain. Available from: URL:http://www.emedicine.com/neuro /topic25.htm . Accesed September 8, 2009.

IHS. Available from: URL:http://www.i-h-s.org/ihsnew/frameset.htm. Accesed September 12, 2009.

Lee,K.H.,1993.Facial Pain in Trigeminal Neuralgia. Ann Acad Med Sing.2:193-6.

Mardjono, D., Sidharta, P. 1978. Neurologi Klinis Dasar. PT. Dian Rakyat. Hlm. 110-5.

Merskey, H., Bogduk, N. 1994. Classification of Chronic Pain. Descriptions of Chronic pain syndromes and Definitions of Pain Terms. IASP Press., Seattle. Hlm 59-71

Riadi, D., Wiriadisaatra, K., Wiryomartini, B.A. Iskarno, R.1986. Trigeminal Neuralgia Konsep Baru dalam Etiologi, Patogenesa, Terapi,. Medika. 8(12):745-6

Scully, C., Shotts, R.2001. Orofacial Neuralgias and Other Causes of Orofacial Soreness and Pain. West J Med.174:421-4.

Turp,J.C., Gobetti,J.P. 1996. Trigeminal Neuralgia Versus Atypical Facial Pain: A Review Of The Literature and Case Report. Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod. 81:424-32.

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di gigi dan tag . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s