Loyalitas pasien


Sore itu aku menjenguk seseorang yg menderita ciirhosis hepatis. Yaitu pengerasan hati yg disertai menciutnya hati. Penyakit ini awalnya adalah dari hepatitis b. Sdh sebulan lebih beliau tidak masuk kerja. Aku menjenguknya krn beliau adalah sahabatku. Kondisi beliau badan semakin kurus tetapi perut semakin membesar seperti ibu hamil. Kasihan sekali. Muntah dan kesulitan berjalan dan tidur dimalam hari. Beliau bercerita ttg banyak hal. Mulai dari awal dia terdeteksi menderita hepatitis b , pengobatan yg dilakukan sampai kepada unek uneknya ttg dokter yg menangani pasien. Yg akan ku ceritakan dan menarik untuk disimak menurut aku sbagai praktisi kesehatan swasta adalah testimoni, keluh kesah beliau ttg dokter. Sejak awal bliau didiagnosa hepatitis, sahabat handai atulan merekomendasikan berobat ke dokter a. Seorang dokter senior, terkenal dan disegani di sini. Maoa pergilah beliau ke dokter a tersebut. Sesampainya di praktek dokter a tersebut, mulailah dilakukan anamnesa, pemeriksaan klinis dan lab. Kemudian dgn cekatannya dokter a tsb menulis resep dan memberikannya kepada sahabat ku ini. Sahabatku bertanya ke dokter a itu. Tetapi jawabannya tidak memuaskan. Sehingga bliau akhirnya memutuskan tak akan pergi ke dokter a itu lagi. Beliau akhirnya berobat ke malaka. Saat aku bertamu beliau berkeluh kesah seperti ini… Saya itu tau obat sih hrs diminum. Dokter tentunya yg paling tau ttg penyakit saya. Tapi terbukalah pada saya. Kan ilmu kedokteran itu berkembang. Jelaskanlah pada saya sejelas2nya ttg penyakit sy itu. Atau berikanlah referensi doker yg lebih paham dan ngerti ttg penyakit saya ini. Solusinya bagaimana sehingga saya bisa enak. Bantulah mental saya supaya sy gigih mencari pengobatan. Kalau dia tak mampu , ya jujur saja. Sy malah sangat respek kalau dia merujuk ke yg lebih ahli. Ya memang saya pasien tapi manusiakanlah saya. Dari keluh kesah beliau, kutariklah kesimpulan nyeleneh. 1. Hak hak pasien yg ada dlm uu kedokteran itu adalah ham. 2. Memanusiakan pasien akan menambah efek positif ke jiwa pasien shg membantu penyembuhan 3.jujur ttg kemampuan kita (tenaga medis) justru membuat hormat dan loyalitas pasien pada dokter. Aku pun akan kecewa juga jika diperlakukan demikian. Bukankah kita akan memperlakukan pasien/org lain sebagaimana diri kita ingin diperlakukan??? Smoga TS semua bisa mengambil hikmah dari keluh kesah sahabatku ini…

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena tetap di jalur. seorang dokter gigi. peminat kesehatan gigi berbasis masyarakat dan kesehatan masyarakat lainnya. :)
Pos ini dipublikasikan di hikmah dan tag , , , . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s