#karies


Mau bagi-bagi sedikit yg aku tahu ttg pergigian ah. Pake tagar #karies . Semoga berguna

Alkisah pada zaman kekinian…

Doc, napa sih gigi itu bisa berlubang #karies ? Kan gigi itu keras kek tulang. Gigiku kenapa banyak yg #karies ya, doc. Pidihil gak makan coklat dan permen.

Weleeeehhh , mbak. #karies itu infeksi pada gigi yg berproses. Lagi pula saya suka juga makan coklat tapi gag lubang tuh

Oke kita sama2 belajar ttg #karies gigi ya. Lihat gambar berikut ini

Komponen yg bekerja sama untuk menjadikan gigi #karies itu ada 4. Tanpa ke 4 komponen itu tak akan terjadi #karies gigi. Oleh itu kita harus menghilangkan / memutuskan mata rantai tersebut.

Oke kita bahas 1 per 1.

1. Waktu. Jika ada yg bisa menghentikan waktu maka tidak akan ada gigi #karies . Tapi apakah ada yg bisa?

2. Gigi. Jelas dong tanpa ada gigi gak mungkin ada #karies gigi. Ya tapi apa mau giginya ompong? Gak bisa makan sop konro bro. Rugiiii

3. Makan. Ishhh mana tahan kelen ndak makan. IG bisa tutup tanpa postingan makanan kelen 😂😂😂. Yha tanpa makan #karies tak kan ada.

4. Kuman. Nahhhhh ini dia. Kuman ada di rongga mulut. Bercampur dgn gigi sebagai inang dan seiring waktu berproses menjadi #karies gigi

1 1 nya faktor #karies yg bisa diputus adalah KUMAN. pastinya dengan menyikat gigi secara rutin dan tepat.

Menyikat gigi minimum 2 x sehari 1/2jam sesudah sarapan & sebelum bobo unyu malam hati mencegah #karies Prinsip menyikat gigi itu dari MERAH KE PUTIH, dari arah gusi (merah) ke gigi (putih) selama 2 menit. #karies

Masih ada yg malas menyikat gigi setelah sarapan pagi ini???

Iklan
Dipublikasi di gigi, gigi anak, karies, periodontia, tambalan, Uncategorized | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

GIGI TIRUAN / GIGI PALSU


Pasien ,”Dok, gigi saya kan ompong nih. Saya jadi susah makan. Bikinin saya gigi palsu, dong! Kalo bisa yang “gigi tanam” jadi gak perlu di lepas lagi. Ribet kalo dilepas-lepas”

Drg, “hmmm oke, bu nanti saya buatkan barang palsu yang ibu inginkan. Tetapi sebagai bahan pertimbangan ibu dalam memilih gigi palsu, saya akan menjelaskan dullu tentang ke-bhineka-an yang sekaligus tunggal ika-nya gigi palsu. Supaya ibu mantap mau memilihnya.

Gigi tiruan atau gigi palsu terbagi dalam banyak ragamnya tergantung dari jumlah dan gigi mana yang hilang.

Pola pikir selama ini di masyarakat tentang gigi palsu adalah gigi yang bisa dibongkar pasang alias menyikat gigi bisa sambil bersiul. Perkembangan ilmu pengetahuan tentang kedokteran gigi terus berkembang sehingga ragam gigi palsu pun semakin mirip dengan aslinya.

Baiklah kita mulai dulu dengan pembagian gigi palsu dengan diagram berikut:

Gigi tiruan sebagian lepasan untuk orang yang sebagian giginya sudah hilang. Dalam gambar menggunakan dasar dengan cor logam. Keunggulannya sangat tipis sehingga masa adaptasi pemakaian relatif singkat berbeda dengan memakai akrilik.

Gigi tiruan lengkap untuk orang yang seluruh giginya sudah hilang

Gigi tiruan permanen cekat. Dalam gambar adalah mahkota dan jembatan. Mengasah gigi depan dan belakangnya untuk dibuatkan pegangan bagi gigi palsunya. Keuntungannya tidak perlu dilepas pasang dan tidak memakai plat sehingga nyaman bagi pasien.

Gigi tiruan implan atau tanam. GT ini sedang tren karena tingkat kenyamanannya seperti gigi asli. Dengan bahan titanium dimasukkan ke dalam tulang gigi. Tingkat pengerjaannya yang rumit sebanding dengan harga dan kenyamanan bagi pasien.

Semua jenis gigi tiruan berfungsi untuk mengembalikan proses fungsional rongga mulut seperti makan, berbicara dan estetika. Ragam gigi tiruan membuat banyak pilihan bagi pasien sesuai kemampuan keuangannya.

Kalau gigi tanam yang berkembang di masyarakat awam, bukanlah seperti implan melainkan gigi palsu lepasan yang ditempelkan ke gigi sebelahnya. GT jenis ini berbahaya karena menyebabkan bau mulut dan kerusakan gusi sehingga timbul jamur dan gigi penyangga yang rusak akibat sisa makanan yang nyelip tetapi tidak bisa dibersihkan.

Nah dengan sekilas tentang gigi tiruan semoga tulisan ini jadi pertimbangan untuk teman-teman dalam memilih gigi palsu.

Dipublikasi di gigi, gigi palsu, periodontia, tren gigi, Uncategorized | Tag , , , | 1 Komentar

LEBARAN CINTA


Bagiku, Lebaran tahun ini sungguh bermakna. Beda dari lebaran bertahun yang lalu. Anggota keluarga baik dari pihakku dan istri semakin bertambah tapi juga sudah ada yang ‘pulang’. Ya, ayahku, ayah & ibu mertua sudah pulang.

Niatku dari awal Ramadhan memang ingin mengunjungi seluruh keluarga (adik, kakak) yang tersebar di Indonesia dan orang terkasih yg sudah berpulang. Alhamdulillah berkumpul di Yogyakarta.

Jenuh, sungguh jenuh setelah bertahun-tahun disuguhi akrobat politik yang bersliweran di lini masa sosial media. Lebaran adalah obatnya. Damai rasanya melihat lini masa diisi dengan silaturahim, halan-halan, berbagi dgn sesama. 

Ada, pelajaran besar kudapatkan pada tahun ini. Kakak ipar baru saja tertimpa musibah, suaminya ‘pulang’ saat ramadhan kemarin dan rumahnya tersapu banjir bandang di Bima, NTB. Kejadian beruntun itu menjadikannya sebagai ibu sekaligus ayah bagi 3 anaknya. Terpukul, pasti. Sedih, jelas. Tapi, ia tak putus berharap dan terus berusaha. Dan yang membuatku kagum adalah seluruh keluarga bahu membahu menyokongnya membuatkan tempat usaha sesuai kemampuannya.

Yhaaa, kemana lagi akan berlabuh keluh kesah, gundah gulana jika bukan ke saudaranya? 

Betul lah nasihat orang-orang tua dulu : Saling membantu, memberi, menyambung silaturahim itu menyehatkan jiwa

seandainya lini masa media sosial diisi dgn kehangatan cinta tentulah maju negeri ini. Sayangnya tidak semua orang berpendapat demikian…

Sungguh lebaran ini penuh cinta…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar



Bagiku, Lebaran tahun ini sungguh bermakna. Beda dari lebaran bertahun yang lalu. Anggota keluarga baik dari pihakku dan istri semakin bertambah tapi juga sudah ada yang ‘pulang’. Ya, ayahku, ayah & ibu mertua sudah pulang.

Niatku dari awal Ramadhan memang ingin mengunjungi seluruh keluarga (adik, kakak) yang tersebar di Indonesia dan orang terkasih yg sudah berpulang. Alhamdulillah berkumpul di Yogyakarta.

Jenuh, sungguh jenuh setelah bertahun-tahun disuguhi akrobat politik yang bersliweran di lini masa sosial media. Lebaran adalah obatnya. Damai rasanya melihat lini masa diisi dengan silaturahim, halan-halan, berbagi dgn sesama. 

Ada, pelajaran besar kudapatkan pada tahun ini. Kakak ipar baru saja tertimpa musibah, suaminya ‘pulang’ saat ramadhan kemarin dan rumahnya tersapu banjir bandang di Bima, NTB. Kejadian beruntun itu menjadikannya sebagai ibu sekaligus ayah bagi 3 anaknya. Terpukul, pasti. Sedih, jelas. Tapi, ia tak putus berharap dan terus berusaha. Dan yang membuatku kagum adalah seluruh keluarga bahu membahu menyokongnya membuatkan tempat usaha sesuai kemampuannya.

Yhaaa, kemana lagi akan berlabuh keluh kesah, gundah gulana jika bukan ke saudaranya? 

Betul lah nasihat orang-orang tua dulu : Saling membantu, memberi, menyambung silaturahim itu menyehatkan jiwa

seandainya lini masa media sosial diisi dgn kehangatan cinta tentulah maju negeri ini. Sayangnya tidak semua orang berpendapat demikian…

Sungguh lebaran ini penuh cinta…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Abrasi Gigi



Waduuuhhhh udah lewat tahun baru sempet buat tulisan baru. Maap pemirsah…

Oke kali ini saya akan kasih bacaan sederhana yg sering dilakukan hampir semua orang

Abrasi : terkikisnya gigi akibat menyikat gigi horizontal & kuat. 

Karang gigi : masuk merusak tulang & gusi 

Menurut sebagian besar pasien selalu mengatakan bahwa mrnyikat gigi kalo gak kuat, gak horizontal, ndase ndak gedeg-gedeg (menggoyangkan kepala kiri kanan dgn kuat) berarti ndak bersih.
Padahal yg dilakukan itu kurang tepat (baca: salah).

Sy slalu menerangkan dgn logika sederhana. Pohon jika digergaji vertikal bakal tumbang ndak? Ndak toh, pohon akan tumbang jika digergaji horizontal. begitu pula dgn gigi.

Makanya nyikat gigi yg pas itu yha secara vertikal bukan horizontal. Lha emaangnya mau ngegergaji gigi opo.

Bahasa mudahnya.

Sikat gigi searah tumbuhnya gigi. 

Atas: dari atas ke bawah. Bawah: dari bawah ke atas atau… dari merah ke putih. Dari arah gusi ke gigi.Ndak perlu lama-lama dan terlalu kuat cukup dgn durasi 2 menitan. 

Pasta giginya juga gak perlu sepanjang jalan kenangan dengan mantan (laaahhhh bawa2 mantan) cukup sebesar biji jagung bagi dewasa dan sebesar biji kacang ijo bagi anak.

Demikian sekilat blog. Smoga bermanfaat.

Dipublikasi di endodontik, GIGI, kebiasaan buruk, lansia, penyakit rongga mulut, periodontia, tambalan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Bersih-Bersih Peralatan Logam


Oom, Tante, Teman sejawat dan siapapun yg baca blog nyeleneh ini. Ada tips nih dari temen gue drg indra darmawan lewat akun fb nya (thanks bro)

Ada tips untuk menghilangkan noda dan karat pada benda2 logam. Oke kita mulai ya. Drg indra darmawan menggunakan cara ini untuk membersihkan alat & instrumen kedokteran gigi yg sudah lama dan berubah warna dan udah aku cobain juga.

Caranya dengan merendam alat tersebut dengan minuman bersoda selama 30 menit

Kemudian direndam 5 menit byclin yg dicampur air dgn perbandingan 1:9

Setelah itu bilas dengan air mengalir.

Selamat mencoba semoga berguna. Sederhana kan? Mudah, murah, hemat di jaman yg sedang sulit ini. Hemat lebih baik kan? :mrgreen:

Like dan ketik amin kemudian sebarkan. Jangan berhenti di kamu

Dipublikasi di abses, bedah mulut, endodontik, K3 | Tag , , , , | 2 Komentar

Penyakit Sistemik, Pola makan dan Pencabutan Gigi



Pernah suatu masa ketika saya masih bertugas di puskesmas bertemu seorang nenek yang ingin mencabut giginya. Sudah 3 dokter gigi sebelum saya yang menolak mencabut gigi geraham sang nenek yang sering sakit.

Sang nenek sangat berharap bahwa giginya bisa dicabut. Tanda tanya besar bagi saya, kenapa 3 dokter gigi tak mau mencabut gigi sang nenek? Saya perhatikan dan baca status medical record-nya. Ternyata sang nenek setiap minggu rutin ke puskesmas karena hipertensi.

Tak tanggung-tanggung tensinya mencapai 200 mmhg ! So pasti gak ada dokter gigi yg mau mencabutnya karena beliau selalu minum obat penurun tensi.

Efek tensi tinggi maka pembuluh darah menyempit, efek dari obat penurun tensi maka darah menjadi encer, jika dilakukan pencabutan maka darah akan mengalir seperti air yg keluar dari selang– Crot–

Apa akal?

Aku berkoordinasi dgn dokter umum untuk menghentikan pengobatan tensinya. Kemudian mensugesti sang nenek untuk mengubah pola makannya dengan mengurangi makan daun singkong, udang, ikan sungai, santan, garam dan memperbanyak makan daun seledri, timun, bawang putih dan air putih.

Seminggu kemudian tensi sang nenek menjadi 150 mmhg. Normal untuk usia nenek yg 67 thn. Yesss ku cabut lah gigi sang nenek. Beliau merasa sangat bahagia gigi yg menyiksanya telah berhasil keluar dan beliau tetap melakukan diet pola makan sehatnya.

Setelah dicabut beliau menawarkan anak bungsunya untuk dijadikan istriku. Cantik, ayu, manis, perfect lah pokoknya tapi… saya sudah punya istri dan anak nek… maka sebagai gantinya saya dihadiahi durian 2 karung goni 😂

pola makan berpengaruh pada Penyakit sistemik yang berpengaruh juga pada perawatan gigi.Mari jaga dan atur pola makan kita agar tetap sehat.

Selamat pagi dan salam sehat 🙂

Dipublikasi di bedah mulut, GIGI, kisah nyata, komunikasi, lansia, penyakit rongga mulut, penyakit sistemik, periodontia | Tag , , , | Meninggalkan komentar