KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTER-PASIEN


— KOMUNIKASI

Hubungan  yang  berlangsung  antara  dokter/dokter  gigi  dengan  pasiennya selama  proses  pemeriksaan/pengobatan/perawatan  yang  terjadi  di  ruang praktik  perorangan,  poliklinik,  rumah  sakit,  dan  puskesmas  dalam  rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan pasien.

Pengembangan  hubungan  dokter-pasien  secara  efektif  yang  berlangsung secara efisien, dengan tujuan utama penyampaian informasi atau pemberian penjelasan  yang  diperlukan  dalam  rangka  membangun  kerja  sama  antara dokter  dengan  pasien .

sunat telayap pengobatan

—  Anamnesis,

Proses penggalian riwayat penyakit pasien oleh dokter. Anamnesis merupakan bagian dari komunikasi dokter gigi –pasien. Dalam profesi kedokteran, komunikasi dokter gigi -pasien merupakan salah satu kompetensi  yang  harus  dikuasai  dokter gigi.

Kompetensi komunikasi menentukan keberhasilan dalam membantu penyelesaian   masalah  kesehatan pasien. Selama ini kompetensi komunikasi dapat dikatakan terabaikan, baik dalam pendidikan maupun dalam praktik kedokteran/kedokteran gigi.

Sebagian dokter merasa tidak mempunyai waktu yang cukup untuk berbincang-bincang  dengan  pasiennya,  sehingga  hanya  bertanya  seperlunya. Akibatnya,  dokter  bisa  saja tidak  mendapatkan  keterangan  yang  cukup  untuk menegakkan diagnosis dan menentukan perencanaan dan tindakan lebih lanjut.

Dari sisi pasien, umumnya pasien merasa dalam posisi  lebih rendah di hadapan dokter  (superior-inferior),  sehingga  takut  bertanya  dan  bercerita  atau  hanya menjawab sesuai pertanyaan dokter saja.

Untuk   menggali   keterangan   dari  perlu  dibangun  hubungan  saling percaya yang dilandasi keterbukaan, kejujuran dan pengertian akan kebutuhan, harapan, maupun kepentingan masing-masing.

Dengan terbangunnya hubungan saling  percaya,  pasien  akan  memberikan  keterangan  yang  benar  dan  lengkap sehingga dapat membantu dokter  dalam  mendiagnosis  penyakit pasien secara baik dan memberi obat yang tepat bagi pasien.

Komunikasi yang baik dan berlangsung dalam kedudukan setara (tidak superior-inferior)  sangat  diperlukan  agar  pasien  mau/dapat  menceritakan  sakit/keluhan yang dialaminya secara jujur dan jelas.

Komunikasi efektif mampu mempengaruhi  emosi  pasien  dalam  pengambilan  keputusan  tentang  rencana tindakan  selanjutnya,  sedangkan  komunikasi  tidak  efektif  akan  mengundang masalah.Pasien merasa dokter menjelaskan keadaannya sesuai tujuannya berobat.

Berdasarkan  pengetahuannya  tentang kondisi  kesehatannya,  pasien  pun mengerti   anjuran   dokter,   misalnya   jangan kumur sehabis cabut gigi, jangan merokok minum   atau menggunakan obat secara teratur, melakukan pemeriksaan foto/rontgen dan memeriksakan diri sesuai jadwal, memperhatikan kegiatan (menghindari kerja berat, istirahat cukup, dan sebagainya).

Pasien memahami dampak yang menjadi konsekuensi dari penyakit yang dideritanya (membatasi diri, biaya pengobatan), sesuai penjelasan dokter.

Pasien  merasa  dokter  mendengarkan  keluhannya  dan  mau  memahami keterbatasan   kemampuannya   lalu   bersama   mencari   alternatif   sesuai kondisi dan situasinya, dengan segala konsekuensinya.

Pasien  mau  bekerja  sama  dengan  dokter  dalam  menjalankan  semua upaya pengobatan/perawatan kesehatannya.

Hasil Komunikasi Tidak Efektif 

Pasien tetap tidak mengerti. Pasien   merasa   dokter   tidak   memberinya   kesempatan   untuk   bicara atau   Ia merasa usahanya sia-sia  karena  sepulang  dari  dokter  ia  tetap  tidak  tahu  apa-apa,  hanya mendapat resep saja.

Pasien  merasa  tidak  dipahami  dan  diperlakukan  semata  sebagai  objek, bukan sebagai subjek yang memiliki tubuh yang sedang sakit.Pasien ragu, apakah ia harus mematuhi anjuran dokter atau tidak. Pasien memutuskan untuk pergi ke dokter lain,  Pasien  memutuskan  untuk  pergi ke pengobatan alternative atau komplementer atau menyembuhkan sendiri (self therapy).

Hasil Komunikasi Efektif

Komunikasi  efektif  diharapkan  dapat  mengatasi  kendala  yang  ditimbulkan  oleh kedua pihak, pasien dan dokter. Opini yang menyatakan bahwa mengembangkan komunikasi dengan pasien hanya akan menyita waktu dokter, tampaknya harus diluruskan, bila  dokter  dapat  membangun hubungan  komunikasi  yang  efektif  dengan  pasiennya, banyak  hal-hal  negatif dapat  dihindari.

Dokter  dapat  mengetahui  dengan  baik  kondisi  pasien  dan keluarganya  dan  pasien  pun  percaya  sepenuhnya  kepada  dokter.  Pasien merasa  tenang  dan  aman  ditangani  oleh  dokter  sehingga  akan  patuh menjalankan  petunjuk  dan  nasihat  dokter  karena  yakin  bahwa  semua  yang dilakukan  adalah  untuk  kepentingan  dirinya.

Kondisi ini amat berpengaruh pada proses  penyembuhan pasien selanjutnya.

Dasar-dasar Komunikasi

Pada  dasarnya,  setiap  orang  memerlukan  komunikasi  sebagai  salah  satu  alat bantu dalam kelancaran bekerja sama dengan orang lain dalam bidang apapun.Komunikasi   berbicara   tentang   cara   menyampaikan   dan   menerima   pikiran- pikiran,  informasi,  perasaan,  dan  bahkan  emosi  seseorang,  sampai  pada  titik tercapainya  pengertian  yang  sama  antara  penyampai  pesan  dan  penerima pesan.

Mengingat kesenjangan informasi dan pengetahuan yang ada antara dokter dan pasien, dokter perlu mengambil peran aktif. Ketika pasien dalam posisi sebagai penerima pesan, dokter perlu secara proaktif memastikan apakah pasien benar- benar memahami pesan yang telah disampaikannya.

Dalam  penyampaian  ini,  dokter  bertanggung  jawab  untuk  memastikan  pasien memahami apa yang disampaikan.Keberhasilan komunikasi antara dokter dan pasien pada umumnya akan melahirkan  kenyamanan dan  kepuasan bagi kedua belah pihak, khususnya menciptakan satu kata tambahan bagi pasien yaitu  empati. 

Empati  itu sendiri dapat dikembangkan apabila   dokter memiliki ketrampilan mendengar dan berbicara yang keduanya dapat dipelajari dan dilatih.

Manfaat

Berdasarkan hari penelitian, manfaat komunikasi efektif dokter-pasien di antaranya:

(1)    Meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter atau institusi pelayanan medis.

(2)    Meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter yang  merupakan  dasar hubungan dokter-pasien yang baik.

(3)    Meningkatkan keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis.

(4)    Meningkatkan  kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien fase terminal dalam menghadapi penyakitnya.

(5)    Ada   empat   langkah   yang   terangkum   dalam   satu   kata   untuk   melakukan komunikasi,  yaitu  SAJI

(Poernomo,  Ieda  SS, Program  Family  Health  Nutrition, Depkes RI, 1999).

S  = Salam

A  = Ajak Bicara

J   = Jelaskan

I   = Ingatkan

[S] Salam

Beri salam, sapa dia, tunjukkan bahwa Anda bersedia meluangkan waktu untuk berbicara dengannya.

[A] Ajak Bicara

—  Usahakan berkomunikasi secara dua arah.

—  Jangan bicara sendiri.

—  Dorong agar pasien  mau  dan  dapat  mengemukakan  pikiran  dan  perasaannya.

—  Tunjukkan bahwa dokter menghargai pendapatnya, dapat memahami kecemasannya, serta mengerti perasaannya. Dokter dapat menggunakan pertanyaan terbuka maupun tertutup dalam usaha menggali informasi.

[J] Jelaskan

ž  Beri penjelasan mengenai hal-hal yang menjadi   perhatiannya, yang ingin diketahuinya, dan yang  akan  dijalani/dihadapinya  agar  ia  tidak  terjebak  oleh pikirannya sendiri.

ž  Luruskan persepsi yang keliru. Berikan penjelasan mengenai penyakit, terapi, atau apapun secara jelas dan detil.

[I] Ingatkan

—  Percakapan yang dokter lakukan bersama pasien mungkin   memasukkan berbagai materi secara luas, yang tidak mudah  diingatnya  kembali.

—  Di  bagian akhir  percakapan,  ingatkan  dia  untuk  hal-hal  yang  penting  dan       koreksi  untuk persepsi yang keliru.

ASPEK ETIK DAN HUKUM

Pada kode etik kedokteran dan kedokteran  gigi secara tersirat tidak tercantum etika berkomunikasi.Secara  tersurat  dikatakan  setiap  dokter  dan  dokter  gigi dituntut melaksanakan profesinya sesuai  dengan standar profesi  yang tertinggi atau  menjalankannya  secara  optimal.

Pada  Undang-Undang  Nomor  29  Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 35 disebutkan kompetensi dalam praktik kedokteran antara lain dalam hal kemampuan mewawancarai pasien.

Peraturan  yang  mengatur  tentang  tanggung  jawab  etik  dari  seorang  dokter adalah  Kode  Etik  Kedokteran  Indonesia.  Kode  Etik  adalah  pedoman  perilaku dokter.Pelanggaran  terhadap  butir-butir  Kode  Etik  Kedokteran Indonesia  ada  yang  merupakan  pelanggaran  etik  semata-mata  dan  ada  pula yang merupakan pelanggaran etik dan sekaligus pelanggaran hukum.

Ketidakmampuan dokter untuk melakukan komunikasi yang baik dengan  pasien,  sedikitnya  melanggar  etika  profesi  kedokteran  dan  kedokteran gigi serta lebih lanjut dapat melanggar disiplin kedokteran, apabila ketidakmampuan  berkomunikasinya  berdampak  pada  ketidakmampuan  dokter dalam membuat persetujuan tindakan kedokteran dan rekam medis.

Hubungan antara dokter dengan pasien yang seimbang atau setara dalam ilmu hukum   disebut   hubungan   kontraktual.   Hubungan   kontraktual   atau   kontrak terapeutik  terjadi  karena  para  pihak,  yaitu  dokter  dan  pasien  masing-masing diyakini mempunyai kebebasan dan mempunyai kedudukan yang setara.

Peranan tersebut berupa hak dan kewajiban.

Persetujuan tindakan kedokteran atau informed consent harus didasarkan atas informasi dari dokter berkaitan dengan penyakit. Hal  ini  diatur  dalam  Undang-Undang  Nomor  29  Tahun  2004  Tentang  Praktik Kedokteran, Paragraf  2, Pasal 45.

demikianlah tulisan ini smoga bermanfaat :D

Tentang drgnyeleneh

nyeleneh dianggap aneh justru karena sesuai jalur
Tulisan ini dipublikasikan di GIGI, gigi, kesehatan masyarakat, komunikasi, Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

tempat komen diisi ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s